FOKUS INHU - INHUMETRO.com : Perbaikan jalan Provinsi yang menghubungkan dua Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) dan Kuantan Singingi (Kuansing) dinilai sangat lamban. Akibatnya, transportasi antar dua Kabupaten tersebut hingga saat masih terkendala.
''Kita menilai pihak Dinas Pekerjaan Umum Riau sangat lamban melakukan perbaikan badan jalan yang putus di Kecamatan Cerenti beberapa waktu lalu, padahal putusnya jalan itu sudah hampir satu bulan, hingga kini belum juga diperbaiki,'' ujar warga Kuansing, Ahmad Damri kepada wartawan, Kamis (19/6/2014) di Rengat.
Dikatakan pria yang akrap disapa Ari itu, putusnya jalan ini bukan hanya berimbas pada kesulitan transportasi masyarakat yang akan menuju Kabupaten Inhu dan begitu juga sebaliknya, melainkan juga berdampak pada kenaikan harga kebutuhan bahan pokok dan sayur-mayur yang berasal dari Provinsi Sumatera Barat.
''Saat ini banyak masyarakat yang mengeluhkan kondisi ini, bahkan sudah hampir satu bulan lamanya. selain harga bahan pokok dan sayur-mayur yang terusa naik, ongkos atau biaya transportasi juga naik, sebab pihak angkutan umum terpaksa menaikan ongkos, karena mereka harus melewati jalan alternatif dan juga harus membayar pada pihak-pihak tertentu yang memandu pada jalan alternatif tersebut,'' ujarnya.
Masih kata Ari, selain itu juga, untuk di Inhu harga bahan bangunan seperti semen, besi juga melambung tinggi karena langka. ''Jika kerusakan jalan ini tidak cepat diperbaiki, maka kelancaran arus mudik lebaran tahun ini juga akan terkendala,'' ucapnya lagi.
Dengan demikian, diharapkan Dinas PU Riau bisa bertindak lebih cepat sehingga masyarakat tidak menderita terlalu lama. Untuk apa dana tanggap darurat yang sudah disediakan oleh pemerintah, jika menunggu APBD Riau disahkan, tentunya memerlukan waktu yang cukup lama", pungkasnya.

tentang arimolek bang :v
ReplyDelete