PENDIDIKAN - Inhumetro.com :Tingkat kelulusan siswa SMP sederajat di Kabupaten Inhu pada pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tahun ini mencapai 99,99 persen. Dari 5.971 peserta UN SMP sederajat, hanya enam orang yang dinyatakan tidak lulus.

Bahkan tingkat kelulusan siswa SMP sederajat tahun ini meningkat dibanding tahun lalu yang hanya mencapai 99,32 persen. Tahun lalu dari 4.807 peserta UN SMP sederajat, sebanyak 13 orang dinyatakan tidak lulus. “Alhamdulillah, tahun ini tingkat kelulusan siswa SMP sederajat mengalami peningkatan dibanding tahun lalu,” kata Kepala Bidang Pendidikan Menengah Dinas Pendidikan Kabupaten Inhu, Mursidi, Minggu (15/6).

Dijelaskan Mursidi, 6 siswa yang tidak lulus UN SMP sederajat tersebut berada di Kecamatan Rengat sebanyak 1 orang, di Kecamatan Rengat Barat sebanyak 2 orang dan Kecamatan Batang Cenaku sebanyak 4 orang. “Untuk peraih nilai UN tertinggi masih di rekap. Namun dari data awal, sepertinya peraih nilai tertinggi berasal dari SMPN 1 Rengat atau sama dengan tahun lalu yang juga berasal dari SMPN 1 Rengat,” terangnya.

Bagi siswa yang tidak lulus UN, Mursidi mengungkapkan bahwa pihaknya sudah menyarankan agar mengikuti ujian persamaan melalui program paket B. Karena ijazah paket B dapat digunakan untuk masuk SMA sederajat.

Ditempat terpisah, pengumuman kelulusan UN di SMPN 1 Pasir Penyu dilaksanakan dengan berbagai kegiatan positif mulai dari tausyiah, pawai sepeda sehat serta kegiatan sosial. Hal ini sudah dilakukan pihak sekolah sejak beberapa tahun sebelumnya. “Sama dengan tahun lalu, sebelum pengumuman kelulusan diisi dengan berbagai kegiatan positif,” ujar Kepala SMPN 1 Pasir Penyu Zulkarhani SS Mpd, Minggu (15/6).

Dijelaskannya, rangkaian kegiatan pengumuman kelulusan dimulai sebelum pelaksanaan salat Azhar yang diawali dengan tausiah tentang bagaimana menyikapi rasa syukur kelulusan. Kemudian dilanjutkan pengarahan dari pihak sekolah dan kepolisian tentang kegiatan yang bisa mengancam keselamatan diri sendiri maupun orang lainnya.

Usai pelaksanaan salat Azhar berjamaah, dilanjutkan dengan pawai sepeda sehat yang dipusatkan untuk tiga rute. “Rute pertama, Panti Asuhan di Batu Gajah, kedua Masjid Raya dan rumah salah seorang siswa yang mengalami musibah kebakaran rumah. Di tiga rute itu, para siswa menyumbangkan secara suka rela,” ungkapnya.

Setelah selesai mengunjungi tiga rute itu, sebanyak 212 siswa kelas IX kembali menuju sekolah untuk pengikuti pengumuman kelulusan. “Untuk meluahkan kegembiraan siswa atas kelulusan 100 persen sama dengan tahun lalu, pihak sekolah menyiapkan kain putih untuk dicoret-coret dengan bahasa santun. Bahkan, acara selesai sebelum pukul 18.00 WIB dan siswa tidak ada lagi kesempatan untuk coret-coret dan konvoi di jalan raya,” terangnya.

Post a Comment

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim (baca Disclaimer). Pembaca juga dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.

Powered by Blogger.