FOKUS INHU - INHUMETRO.com : Liga Pendidikan Indonesia (LPI) yang sejak awal berjalan lacar dan tertib akhirnya harus tercoreng akibat ulah suporter SMKN 1 Rengat. Suporter yang merupakan pelajar tersebut membuat kerusuhan dengan melakukan pengeroyokan terhadap pemain SMAN 1 Rengat Barat pada partai final yang digelar di Stadion Narasinga Rengat, Kamis (19/6) malam.
Kejadian berawal saat terjadinya pelanggaran terhadap pemain SMAN 1 Rengat Barat. Pemain SMKN 1 Rengat yang sudah tertinggal 1-0 merasa pemain lawan memperlambat waktu dan akhirnya sedikit melakukan tindakan keras.
Perselisihan yang terjadi di lapangan tersebut ternyata direspon berlebihan oleh para pemain dan suporter SMKN 1 Rengat. Mereka ikut masuk ke lapangan dan juga melakukan pemukulan terhadap pemain SMAN 1 Rengat Barat. Namun keributan tersebut dapat dikondusifkan oleh panitia dan pihak keamanan.
Namun saat pemberian piala oleh Kadisdik Inhu, H Ujang Sudrajat tiba-tiba sebuah batu melayang kearah pemain SMAN 1 Rengat Barat yang sedang berbaris dan mengenai kepala salah seorang pemain hingga mengeluarkan darah.
Peristiwa tersebut, memancing emosi sporter Rengat Barat dan secara beramai-ramai mereka melakukan pengejaran yang mengakibatkan nyaris terjadi tawuran. Namun tidak terjadi karena suporter yang merupakan siswa SMKN 1 Rengat sudah terlebih dahulu melarikan diri.
Selain korban pelemparan, akibat kejadian tersebut dua orang siswa SMAN 1 Rengat Barat pingsan karena tidak melihat terjadinya kerusuhan. Akhirnya korban di rujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.
Bahkan suporter SMKN 1 Rengat kembali membuat keributan di perbatasan kota Rengat. Mereka sudah berkumpul untuk kembali menyerang lawan yang akan melintas dibatas kota tersebut. Mereka melempar mobil angkutan umum yang membawa tim sepakbola SMAN 1 Rengat Barat dan suporternya sehingga mengakibatkan kaca mobil pecah dan beberapa siswa perempuan yang berada di dalamnya jatuh pingsan akibat ketakutan.
Kekecewaan akibat ulah sporter tersebut muncul dari Disdik Inhu. “Kejadian ini akan menjadi pelajaran dan bahan evaluasi bagi kita untuk penyelenggaraan LPI tahun berikutnya,” ungkap Kasi Kurikulum Dikmen Dinas Pendidikan Inhu, Syafruddin.

Post a Comment
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim (baca Disclaimer). Pembaca juga dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.