FOKUS INHU - INHUMETRO.com : Sebanyak 4.845 santri Pendidikan Diniyah Takmiliyah Awaliyah (PDTA) se Kabupaten Inhu mengikuti prosesi wisuda yang dilaksanakan di Stadion Narasinga Rengat, Rabu (18/6). Wisuda santri PDTA secara serentak ini merupakan yang keempat kalinya dilaksanakan di Kabupaten Inhu.
Hadir pada wisuda santri PDTA angkatan ke IV tahun 2014 tersebut Bupati Inhu yang diwakilkan Asisten Administrasi Umum Setda Inhu H Agus Rianto, Kepala Kantor Wilayah Kementrian Agama Provinsi Riau, Drs H Tarmizi MA, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, para pejabat dilingkungan Pemkab Inhu dan Forum Komunikasi Diniyah Tamiliyah (FKDT).
Selain itu, pada acara wisuda tersebut juga ditampilkan berbagai penampilan dari santri dan santriwati PDTA mulai dari Pilldacil hingga nandung surat kapal. Bahkan pada saat penampilan Pildacil, santri bernama Agil mampu memukau ribuan warga yang hadir.
Ketua Panitia Pelaksana Wisuda, H Thamrin, S.Ag mengungkapkan, 4.845 santri dan santriwati yang diwisuda berasal dari PDTA se Kabupaten Inhu. Dari jumlah tersebut, terbanyak berasal dari Kecamatan Rengat dengan jumlah 641 orang wisudawan, disusul Kecamatan Rengat Barat mencapai 518 orang wisudawan.
“Hari ini selain di hadiri oleh santri dan santriwati yang di wisuda, juga dihadiri oleh orangtua dan guru mereka. Kami memperkirakan yang hadir pada acara wisuda PDTA angkatan ke empat ini mencapai 10 ribu pasang mata,” ujarnya.
Menurut Thamrin, pendidikan agama sejak usia dini melalui PDTA dan TPQ menjadi sangat penting. Hal ini dilakukan sebagai upaya mewujudkan Kabupaten Inhu bebas buta aksara Alquran. “InsyaAllah investasi melalui pendidikan agama ini akan kita rasakan manfaatnya puluhan tahun kedepan,” ujarnya.
Kakanwil Kementrian Agama Provinsi Riau, Drs H Tarmizi MA mengaku bangga bisa hadir dan menyaksikan langsung prosesi wisuda PDTA se Kabupaten Inhu di Stadion Narasinga Rengat. Tarmizi berharap wisuda terhadap santri dan santriwati PDTA ini menjadi langkah awal dalam menanamkan nilai-nilai ajaran Islam terhadap anak usia dini ditengah derasnya arus globalisasi.
“Dari beberapa daerah yang saya hadiri, di Kabupaten Inhu ini merupakan prosesi wisuda terbesar dan teramai. Ini sekaligus menunjukkan bahwa masyarakat sudah memiliki kepercayaan terhadap pendidikan agama kepada PDTA dan lembaga lainnya,” ungkap Tarmizi.
Sementara itu, Asisten Administrasi Umum Setda Inhu, H Agus Rianto yang mewakili Bupati Inhu H Yopi Arianto mengungkapkan agar kegiatan wisuda terhadap santri dan santriwati PDTA dapat terus dilaksanakan secara serentak tiap tahunnya. Sehingga dengan pelaksanaan wisuda ini, akan mampu memberikan motivasi bagi santri untuk serius mendalami ilmu agama.
“Pemkab Inhu sangat konsen dengan pelaksanaan pembangunan di dunia pendidikan, termasuk pendidikan agama. Hal ini dapat dilihat dari alokasi anggaran untuk bidang pendidikan yang mencapai 32 persen,” jelasnya.
Hadir pada wisuda santri PDTA angkatan ke IV tahun 2014 tersebut Bupati Inhu yang diwakilkan Asisten Administrasi Umum Setda Inhu H Agus Rianto, Kepala Kantor Wilayah Kementrian Agama Provinsi Riau, Drs H Tarmizi MA, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, para pejabat dilingkungan Pemkab Inhu dan Forum Komunikasi Diniyah Tamiliyah (FKDT).
Selain itu, pada acara wisuda tersebut juga ditampilkan berbagai penampilan dari santri dan santriwati PDTA mulai dari Pilldacil hingga nandung surat kapal. Bahkan pada saat penampilan Pildacil, santri bernama Agil mampu memukau ribuan warga yang hadir.
Ketua Panitia Pelaksana Wisuda, H Thamrin, S.Ag mengungkapkan, 4.845 santri dan santriwati yang diwisuda berasal dari PDTA se Kabupaten Inhu. Dari jumlah tersebut, terbanyak berasal dari Kecamatan Rengat dengan jumlah 641 orang wisudawan, disusul Kecamatan Rengat Barat mencapai 518 orang wisudawan.
“Hari ini selain di hadiri oleh santri dan santriwati yang di wisuda, juga dihadiri oleh orangtua dan guru mereka. Kami memperkirakan yang hadir pada acara wisuda PDTA angkatan ke empat ini mencapai 10 ribu pasang mata,” ujarnya.
Menurut Thamrin, pendidikan agama sejak usia dini melalui PDTA dan TPQ menjadi sangat penting. Hal ini dilakukan sebagai upaya mewujudkan Kabupaten Inhu bebas buta aksara Alquran. “InsyaAllah investasi melalui pendidikan agama ini akan kita rasakan manfaatnya puluhan tahun kedepan,” ujarnya.
Kakanwil Kementrian Agama Provinsi Riau, Drs H Tarmizi MA mengaku bangga bisa hadir dan menyaksikan langsung prosesi wisuda PDTA se Kabupaten Inhu di Stadion Narasinga Rengat. Tarmizi berharap wisuda terhadap santri dan santriwati PDTA ini menjadi langkah awal dalam menanamkan nilai-nilai ajaran Islam terhadap anak usia dini ditengah derasnya arus globalisasi.
“Dari beberapa daerah yang saya hadiri, di Kabupaten Inhu ini merupakan prosesi wisuda terbesar dan teramai. Ini sekaligus menunjukkan bahwa masyarakat sudah memiliki kepercayaan terhadap pendidikan agama kepada PDTA dan lembaga lainnya,” ungkap Tarmizi.
Sementara itu, Asisten Administrasi Umum Setda Inhu, H Agus Rianto yang mewakili Bupati Inhu H Yopi Arianto mengungkapkan agar kegiatan wisuda terhadap santri dan santriwati PDTA dapat terus dilaksanakan secara serentak tiap tahunnya. Sehingga dengan pelaksanaan wisuda ini, akan mampu memberikan motivasi bagi santri untuk serius mendalami ilmu agama.
“Pemkab Inhu sangat konsen dengan pelaksanaan pembangunan di dunia pendidikan, termasuk pendidikan agama. Hal ini dapat dilihat dari alokasi anggaran untuk bidang pendidikan yang mencapai 32 persen,” jelasnya.
Agus Rianto juga berharap kepada seluruh santri dan santriwati yang telah diwisuda agar terus menimba ilmunya sehingga pendidikan agama yang diterima mampu menjadi modal dalam menjalani kehidupan.

Post a Comment
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim (baca Disclaimer). Pembaca juga dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.