Naas, Terjatuh Dari Atas Pohon, Perut Ridho Tertancap di Tunggul Kayu

Inhumetro.com | BATANG CENAKU - Ridho (13), pelajar kelas 6 SD 008 Sipang, Kecamatan Batang Cenaku Kabupaten indragiri hulu (Inhu) akhirnya menghembuskan nafas terakhir di RSUD Arifin Ahmad, Pekanbaru, pada Minggu (25/5) siang kemarin. Putra pasangan Doris dan Piel ini sebelumnya sempat menjalani operasi usai terjatuh dari atas pohon setinggi 4 meter hingga menyebabkan ususnya keluar karena tertusuk tunggul kayu.

Kejadian naas ini dialami korban pada Sabtu (24/5) akhir pekan lalu saat melaksanakan gotong royong di sekolah bersama rekan-rekannya. Gotong royong tersebut dilaksanakan untuk menyambut acara perpisahan siswa kelas enam.

“Mujur tak dapat di raih, malang tak dapat ditolak. Mungkin kata-kata itu yang paling tepat untuk Ridho,” tutur Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Pendidikan Kecamatan Batang Cenaku, Elinaryon, Senin (26/5).

Dengan nada suara lirih, Elinaryon mengungkapkan bahwa akhir pekan kemarin, pihak sekolah bersama sejumlah siswa melaksanakan gotong royong. Kegiatan ini rutin dilaksanakan tiap tahun oleh sekolah menjelang pelaksanaan perpisahan siswa kelas enam.

Karena acara perpisahaan membutuhkan sejumlah kayu, pihak sekolah bersama siswa kemudian mencari kayu disekitar sekolah yang masih banyak ditumbuhi semak belukar. Bersama teman-temannya, korban menebang pohon, namun karena pohon yang akan ditumbang terhalang pohon lain, korban kemudian berupaya untuk menjatuhkan pohon yang telah ditumbang tersebut dengan cara memanjat hingga ketinggian 4 meter.

Entah bagaimana caranya, korban yang berada diatas pohon tiba-tiba terjatuh. Tragisnya, saat korban terjatuh perutnya menancap pada tunggul kayu bekas tebangan hingga menyebabkan perut korban mengalami luka robek dan menyeret ususnya keluar.

“Saat itu juga korban langsung dilarikan ke RSUD Indrasari Rengat untuk mendapatkan perawatan. Namun akibat luka pada bagian perut yang cukup parah, korban di rujuk ke RSUD Arifin Ahmad Pekanbaru,” ungkapnya.

Di RSUD Arifin Ahmad, korban kemudian di rawat secara intensif dan menjalani operasi. Bahkan usus yang sempat keluar sudah berhasil ditangani oleh tim dokter di rumah sakit, Minggu (25/5) siang. “Namun sekitar satu jam usai operasi, tuhan berkehendak lain. Anak kita Ridho meninggal dunia,” tuturnya.

Elinaryon mengungkapkan bahwa Dinas Pendidikan turut berduka cita atas kejadian tersebut. Dan pada Senin (26/5) korban di kebumikan di pemakaman Desa Sipang dihadiri seluruh Kepala SD se Kecamatan Batang Cenaku dan rekan - rekannya.

Post a Comment

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim (baca Disclaimer). Pembaca juga dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.

Powered by Blogger.