Inhumetro.com | RENGAT - Jalan Azki Aris Rengat Indragiri Hulu (Inhu) yang selama ini disebut-sebut sebagai jalan tak bertuan, kembali mengalami kerusakan. Jalan alternatif bagi yang hendak menuju ke kabupaten tetangga, kabupaten Inhil, saat ini kondisinya rusak parah.

Jika kita melintasi jalan ini, maka akan terlihat pada jalan ini lubang menganga di mana-mana. Yang terparah berada di antara simpang Sultan Ibrahim dan simpang AR. Hakim yang panjangnya sekitar 1 Km, serta di simpang DI. Panjaitan yang merupakan akses masuk menuju ke Stadion Narasinga Rengat. Stadion ini merupakan Venue penyelenggaraan Pertandingan sepak Bola Pada Porda (Pekan Olahraga Daerah) ke VIII mendatang.

Kondisi ini tentunya dapat mengganggu perhelatan olahraga bergengsi di Riau yang akan dilaksanakan di Kabupaten Inhu sekitar september mendatang.

Sebut saja Ujang, warga yang bermukim di sekitar jalan ini mengungkapkan, kerusakan jalan ini diakibatkan banyaknya mobil angkutan CPO yang melintas di jalan ini setiap harinya. Setidaknya dalam sehari ada puluhan bahkan ratusan truk pengangkut CPO yang melintas di jalan ini.

"Belum lagi mobil angkutan barang lainnya, seperti Truk pengangkut sawit dan truck-truck angkutan barang lainnya yang hendak menuju ke Tembilahan (Inhil)," kata warga ini.

Kerusakan jalan ini sudah terjadi sejak 2013 lalu. Hingga saat ini hanya sekali mendapat perbaikan, itu pun sekedar penimbunan terhadap lubang-lubang yang ada di jalan tersebut. Ketika dilewati oleh mobil berat, lubang-lubang tersebut kembali menganga.

"Terkadang kita juga bertanya-tanya, kenapa Jalan Azki Aris ini kurang mendapat perhatian dari pemerintah. Padahal jalan ini merupakan jalur penting yang cukup padat dan banyak dilintasi kendaraan," tutur Ujang.

Sementara itu, Aktifis LSM FP2R Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) Defrianto Tanius menilai, tidak ada alasan jalan Azki Aris tersebut untuk tidak diperbaiki hanya dikarenakan jalan tersebut statusnya tidak jelas atau tidak bertuan.

Katanya, selama ini jalan tersebut menjadi jalan Alternatif penting bagi mobil angkutan barang yang hendak menuju ke Inhil (Tembilahan). Jalan tersebut juga merupakan jalan lintas angkutan batu bara selain CPO dan Kelapa Sawit. "Jadi ini adalah tanggung jawab pemerintah memperbaikinya, karena mereka yang melintasi jalan ini sudah memiliki izin," tegasnya.

Post a Comment

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim (baca Disclaimer). Pembaca juga dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.

Powered by Blogger.