Inhumetro.com | Pelaksanaan UN dihari pertama diharapkan berjalan dengan lancar, namun nyatanya didalam pelaksanaan masih ditemukan kekurangan soal UN disejumlah sekolah di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu). Hal ini memaksa sebagian siswa dan siswi yang tidak mendapatkan Soal UN tidak bisa melaksanakan ujian pada hari ini.
Kekurangan soal ujian UN tersebut antara lain pada mata pelajaran Bahasa Indonesia jurusan IPA dan Sastra Indonesia pada jurusan IPS. Kadisdik Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) Ujang Sudrajad, S.Pd., M.Pd dikonfirmasi melalui Sekretaris Disdik Inhu, Hefna, M.Pd mengatakan "Ada sejumlah amplop yang berisikan soal ujian UN itu kekurangan 20 soal, ada yang 17 soal dan bervariasi kekurangannya. Hal itu terjadi di SMAN 1 Pasir Penyu, SMAN 2 Rengat dan sejumlah sekolah lainnya".
Dirinya menambahkan semua kekurangan soal ujian itu ada sekitar 11 sekolah di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), dan bukan hanya mata pelajaran Bahasa Indonesia saja, hal yang sama juga terjadi pada mata pelajaran Matematika, Bahasa Inggris, Biologi terhadap semua jurusan. " Jadi sejumlah sekolah itu ada yang sedang mengikuti UN 3 lokal, sementara soal yang ada hanya 2 amplop untuk 2 lokal saja, sehingga terjadi kekurangan soal UN itu yang satu lokasi ada sekitar 17 - 20 peserta UN, tegasnya.
Hefna menambahkan kekurangan soal UN tersebut sudah dikoordinasikan ke Kementrian Pendidikan Jakarta. Menurut informasi, saat ini sejumlah soal UN yang masih kekurangan sudah tiba di bandara Pekanbaru, dan diperkirakan akan tiba di Rengat pada malam harinya, bagi yang tidak dapat mengikuti ujian pada hari senin, maka akan diujikan pada hari selasa (15/4).
Cara lain yang perlu disiasati besok selasa (15/4), jika soal UN yang dikirimkan tidak juga sampai di rengat hingga waktu pelaksanaan UN, maka pihak Disdik Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) bersama Sekolah yang kekurangan soal UN tersebut, akan memfotokopi soal dengan catatan diketahui oleh pengawas UN dari perguruan tinggi dan pengamanan UN dari pihak Kepolisian.
Hefna juga menghimbau kepada pihak sekolah yang sedang melaksanakan UN, agar secepatnya dapat berkoordinasi dengan pengawas dan pengaman UN di sekolah itu, untuk melakukan fotokopi soal agar pelaksanaan UN tidak terkendala, "Artinya sekolah tersebut membuat berita acara kekurangan soal UN dan telah memfotokopi soal UN yang sama, dan telah dilanjutkan UN bagi siswa yang melaksanakan UN". ungkapnya.

Post a Comment
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim (baca Disclaimer). Pembaca juga dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.