Inhumetro.com | RENGAT - SPBU Rengat yang merupakan pemasok kebutuhan BBM untuk diarea kota rengat dan sekitarnya, nampaknya kembali berulah pasalnya, selain melayani pengisian jerigen dalam partai besar yang berasal dari luar daerah Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), SPBU ini juga diduga menjual BBM dalam partai besar kepada perusahaan atau industri.
Seperti diberitakan sebelumnya, SPBU pemasok BBM untuk wilyah kota Rengat ini seringkali kehabisan BBM khususnya Bensin. Habisnya bensin ini diduga akibat pihak SPBU melayani penjualan dalam bentuk jerigen kepada para pedagang eceran dan industri, bahkan ada pembeli yang berasal dari luar kabupaten Inhu.
Aktifitas melyani pembeli dalam partai besar kepada para pedagang eceran dan industri, bahkan ada pembeli yang berasal dari luar kabupaten Inhu ini biasanya dilakukan antara pukul 00.00 Wib hingga pukul 05.00 Wib pagi.
Amat (50) Salah seorang tokoh masyarakat Rengat kepada wartawan Minggu (27/4) mengatakan, selain pengisian jerigen, dalam bentuk partai besar SPBU ini juga mensuply BBM nya ke Perusahaan melalui mobil - mobil yang sudah dirombak Tangki BBM nya.
"Jadi jangan heran jika SPBU ini sering kehabisan BBM pada keesokan paginya. Tak masuk akal dalam beberapa saat saja BBM bisa habis di SPBU, sementara sebagian besar pembeli di SPBU ini hanyalah mobil pribadi dan angkutan perdesaan," ungkapnya. seperti dilansir dari riaueditor.com
Masyarakat berharap kepada pihak berwenang dan penegak hukum untuk serius memberi sanksi tegas pada pemilik SPBU, karena menyengsarakan warga.
Sementara itu Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Pengelolaan Pasar (Diperindagpas) Hasman Dayat dikonfirmasi oleh wartawan untuk dimintai keterangan terkait hal ini belum berhasil dihubungi Minggu (27/4).
Seperti diberitakan sebelumnya, SPBU pemasok BBM untuk wilyah kota Rengat ini seringkali kehabisan BBM khususnya Bensin. Habisnya bensin ini diduga akibat pihak SPBU melayani penjualan dalam bentuk jerigen kepada para pedagang eceran dan industri, bahkan ada pembeli yang berasal dari luar kabupaten Inhu.
Aktifitas melyani pembeli dalam partai besar kepada para pedagang eceran dan industri, bahkan ada pembeli yang berasal dari luar kabupaten Inhu ini biasanya dilakukan antara pukul 00.00 Wib hingga pukul 05.00 Wib pagi.
Amat (50) Salah seorang tokoh masyarakat Rengat kepada wartawan Minggu (27/4) mengatakan, selain pengisian jerigen, dalam bentuk partai besar SPBU ini juga mensuply BBM nya ke Perusahaan melalui mobil - mobil yang sudah dirombak Tangki BBM nya.
"Jadi jangan heran jika SPBU ini sering kehabisan BBM pada keesokan paginya. Tak masuk akal dalam beberapa saat saja BBM bisa habis di SPBU, sementara sebagian besar pembeli di SPBU ini hanyalah mobil pribadi dan angkutan perdesaan," ungkapnya. seperti dilansir dari riaueditor.com
Masyarakat berharap kepada pihak berwenang dan penegak hukum untuk serius memberi sanksi tegas pada pemilik SPBU, karena menyengsarakan warga.
Sementara itu Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Pengelolaan Pasar (Diperindagpas) Hasman Dayat dikonfirmasi oleh wartawan untuk dimintai keterangan terkait hal ini belum berhasil dihubungi Minggu (27/4).

Post a Comment
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim (baca Disclaimer). Pembaca juga dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.