INHUMETRO.com - Warga kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) resah, akibat PLN Area Rengat kembali melakukan pemadaman listrik secara mendadak tak beraturan.

Keresahan warga Inhu ini sebagaimana disampaikan salah seorang warga bernama Suriani kepada sepeerti dilansir dari riauterkinicom Kamis (27/3/14) di Pematang Reba.

"Sangat meresahkan sekali pemadaman listrik yang dilakukan PLN ini, sebab pemadamanya dilakukan secara mendadak tdan ak beraturan. Kadang baru jam 10 pagi sudah mati listriknya, nanti sore kembali lagi dimatikan listriknya bahkan sampai malam baru hidup dan hampir setiap hari matinya," ujarnya.

Diungkapkanya, pemadaman yang dilakukan PLN ini sangat menghambat kegiatan rutin rumah tangga yang kerap dilakukan, seperti menyuci dan mompa air.

"Sebagai konsumen kami sangat bergantung sekali dengan PLN, karena hampir seluruh peralatan di rumah menggunakan listrik. Jadi sangat meresahkan sekali pemadaman yang dilakukan PLN Rengat ini, apalagi tidak ada pemberitahuan sebelumnya kenapa pemadaman itu dilakukan atau memang kembali ada pemadaman bergilir, sebagaimana kebiasaan PLN dalam melayani konsumenya," ungkapnya.

Sementara itu, dihubungi terpisah manajer PLN Area Rengat Armunanto berdalih pemadaman yang dilakukan PLN Area Rengat ini bukanlah pemadamanan mendadak tak beraturan. Namun pemadaman bergilir akibat adanya kerusakan pada pembangkit.

"Pemadaman bergilir ini dilakukan karena ada pembangkit yang mengalami kerusakan, baik di PLTMG Lirik maupun PLTD Kota Lama," tegasnya.

Dijelaskannya, kerusakan pada PLTMG Lirik terjadi pada unit 6, yaitu terjadi gangguan Compensator. Sedangkan gangguan pada PLTD kota lama terjadi pada KHD unit 1, yaitu gangguan pada Clutch Disk, Coupling Injection Pump & Governor.

"Dengan terjadinya kerusakan pada unit PLTMG Lirik dan PLTD Kota Lama, kami sekarang sedang berusaha untuk memperbaikinya. Kami juga mohon maaf atas ketidaknyamanan ini," jelasnya.
 
Sumber:(riauterkini)
Editor :(Im)

Post a Comment

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim (baca Disclaimer). Pembaca juga dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.

Powered by Blogger.