Peserta Ujian Nasional Sebanyak 6.939.605 Pelajar. Ujian Nasional (2014) akan mulai akan dilaksanakan pada pertengahan April nanti (untuk kategori SMA dan sederajat), dan bulan Mei untuk SMP dan SD. UN kali ini diikuti oleh 6.939.605 siswa. Tak seperti tahun sebelumnya, untuk kelulusan ada perbedaan pada komposisi nilai sekolah.
Menteri Pendidikan Nasional Mohammad Nuh menyebutkan ada empat dasar hukum yang menjadi dasar pelaksanaan UN tahun ini. Pertama, Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional. Kedua, Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2013 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.
Menteri Pendidikan Nasional Mohammad Nuh menyebutkan ada empat dasar hukum yang menjadi dasar pelaksanaan UN tahun ini. Pertama, Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional. Kedua, Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2013 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.
Ketiga, lanjut Mendikbud, Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 97 Tahun 2013 tentang Kriteria Kelulusan Peserta Didik dari Satuan Pendidikan dan Penyelenggaraan Ujian Sekolah/Madrasah/Pendidikan Kesetaraan dan Ujian Nasional. Keempat, Prosedur Operasi Standar Penyelenggaraan Ujian Nasional Tahun Pelajaran 2013/2014.
Adapun rincian siswa yang mengikuti UN tahun ini adalah sebagai berikut:
- SMP/MTs dan SMPLB : 3.779.359
- SMA/MA dan SMALB : 1.644.352
- SMK/MAK: 1.184.744
- Paket B/Wustha: 128.623
- Paket C : 202.527
Untuk pengumuman kelulusan, pemerintah sudah membagi jadwalnya juga. Untuk SMA/MA, SMK/MAK, Program Paket C, dan Program Paket C Kejuruan paling lambat 20 Mei. Untuk SMP/MTs, SMPLB, SMALB, dan Paket B/Wustha paling lambat 14 Juni 2014. Adapun pengumuman untuk UN Kesetaraan Periode II dilaksanakan pada 22 September 2014. Sementara itu, ujian teori kejuruan akan dilaksanakan pada 16 April 2014 dan ujian praktik kejuruan dilaksanakan mulai 18 Februari sampai 14 Maret 2014.
“Penggandaan dan pendistribusian bahan ujian teori SMK/MAK nanti dilaksanakan oleh dinas pendidikan provinsi,” ujar Mendikbud dalam siaran pers di Jakarta, Kamis (13/3/2014).
Lebih lanjut, Mendikbud juga menegaskan adanya perubahan komposisi nilai terhadap kelulusan siswa. Jika tahun lalu komposisi nilai sekolah terdiri dari 40 persen nilai rata-rata rapor, dan 60 persen nilai ujian sekolah, tahun ini komposisi nilai sekolah terdiri dari 70 persen nilai rata-rata rapor dan 30 persen nilai ujian sekolah.
Adapun rincian siswa yang mengikuti UN tahun ini adalah sebagai berikut:
- SMP/MTs dan SMPLB : 3.779.359
- SMA/MA dan SMALB : 1.644.352
- SMK/MAK: 1.184.744
- Paket B/Wustha: 128.623
- Paket C : 202.527
Untuk pengumuman kelulusan, pemerintah sudah membagi jadwalnya juga. Untuk SMA/MA, SMK/MAK, Program Paket C, dan Program Paket C Kejuruan paling lambat 20 Mei. Untuk SMP/MTs, SMPLB, SMALB, dan Paket B/Wustha paling lambat 14 Juni 2014. Adapun pengumuman untuk UN Kesetaraan Periode II dilaksanakan pada 22 September 2014. Sementara itu, ujian teori kejuruan akan dilaksanakan pada 16 April 2014 dan ujian praktik kejuruan dilaksanakan mulai 18 Februari sampai 14 Maret 2014.
“Penggandaan dan pendistribusian bahan ujian teori SMK/MAK nanti dilaksanakan oleh dinas pendidikan provinsi,” ujar Mendikbud dalam siaran pers di Jakarta, Kamis (13/3/2014).
Lebih lanjut, Mendikbud juga menegaskan adanya perubahan komposisi nilai terhadap kelulusan siswa. Jika tahun lalu komposisi nilai sekolah terdiri dari 40 persen nilai rata-rata rapor, dan 60 persen nilai ujian sekolah, tahun ini komposisi nilai sekolah terdiri dari 70 persen nilai rata-rata rapor dan 30 persen nilai ujian sekolah.

Post a Comment
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim (baca Disclaimer). Pembaca juga dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.