Sebanyak 84 mahasiswi angkatan XI Akademi Kebidanan (Akbid) Indragiri mengikuti prosesi pemasangan atribut PIN kompetensi dan ucap janji yang dilaksanakan di Gedung Sejuta Sungkai Rengat, Rabu (26/2). Pemasangan atribut PIN dan ucap janji ini merupakan salah satu prasyarat sebelum mahasiswi Akbid melaksanakan praktek klinik bersama bidan desa pada 14 kecamatan di Inhu.

Hadir pada kegiatan tersebut Bupati Inhu yang diwakilkan Asisten Pemerintahan dan Kesra H Asriyan, Ketua DPRD Inhu Ahmad Arif Ramli, Perwakilan Yayasan Pendidikan Indragiri Ahmad Hafiz, Kepala Dinas Kesehatan Inhu H Suhardi, Direktur RSUD Indrasari Rengat serta pimpinan Perguruan Tinggi di Inhu dan orangtua mahasiswi.

Direktur Akbid Indragiri, Venny Rismawati SST, MPH mengungkapkan dari 84 mahasiswi yang mengikuti pemasangan atribut PIN dan ucap janji tersebut, terdapat tiga orang mahasiswi berprestasi, diantaranya Sari Yolanda dengan IPK 3,52, Eva Yunita IPK 3,39 dan Despa Aldila dengan IPK 3,39. “Tiga mahasiswi ini akan memperoleh beasiswa berupa bebas biaya SPP pada semester genap mendatang,” ungkapnya.

Ditambahkan Venny, sejak 19 Oktober 2013 lalu, Akbid Indragiri sudah berhasil meraih akreditasi B dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). Keberhasilan ini tidak lepas dari dukungan Pemkab Inhu serta Yayasan Pendidikan Indragiri.

“Dari 26 Akbid yang ada di Provinsi Riau, hanya dua saja yang sudah terakreditasi B, satu diantaranya adalah Akbid Indragiri Rengat. Ini tentu saja menjadi kebanggaan sekaligus motivasi bagi kami untuk terus maju dan meningkatkan kualitas lulusan,” jelasnya.

Dengan keberhasilan itu, Venny berharap tamatan SMA sederajat di Kabupaten Inhu tidak perlu lagi untuk melanjutkan kuliah ke Akbid lain di luar Inhu. Apalagi Akbid Indragiri saat ini sudah menjalin kerjasama dengan sejumlah rumah sakit besar dalam pelaksanaan praktek klinik untuk mahasiswi tingkat tiga, diantaranya RS Harapan Kita Jakarta, RS Astana Anyar Bogor hingga beberapa RS di Malaysia.

Kepala Dinas Kesehatan Inhu H Suhardi mengungkapkan bahwa bidan menjadi ujung tombak dalam upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Karena bidan tampil dalam posisi kritis disaat ibu-ibu tengah merenggang nyawa.

“Ada perkembangan menggembirakan dari tahun ke tahun, dimana kompetensi mahasiswi Akbid Indragiri mengalami peningkatan. Ini bisa kita rasakan saat pelaksanaan praktek klinik ataupun saat sudah bekerja dan mengabdi di masyarakat,” ucapnya.

Meski demikian, Suhardi berharap mahasiswi Akbid Indragiri yang sudah menyelesaikan perkuliahan dapat melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi baik itu S1 maupun S2. Mengingat saat ini peluang dan tantangan semakin ketat, terutama di dunia kerja.

Sementara itu, Bupati Inhu yang diwakilkan Asisten Pemerintahan dan Kesra H Asriyan mengucapkan selamat kepada mahasiswi Akbid Indragiri yang telah melaksanakan pemasangan PIN dan ucap janji. Kegiatan ini merupakan simbol bahwa mahasiswi sudah mencapai kompetensi dasar melayani masyarakat.
“Harapan saya, mahasiswi Akbid yang akan melaksanakan praktek klinik setelah ucap janji ini dapat memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat dalam upaya menekan angka kematian ibu dan bayi. Selain itu saya berharap Akbid Indragiri dapat terus meningkatkan profesionalisme lulusan,” ucapnya.

Post a Comment

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim (baca Disclaimer). Pembaca juga dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.

Powered by Blogger.