Sebanyak 65 orang atlet dan 9 pelatih berprestasi selama tahun 2013 memperoleh bonus dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Inhu. Penyerahan bonus terhadap atlet dan pelatih berprestasi tersebut diselenggarakan disela-sela pelaksanaan rapat anggota tahunan KONI Inhu, Kamis (27/2) di Gedung Sejuta Sungkai Rengat
Atlet dan pelatih asal Kabupaten Inhu yang berhak memperoleh bonus tersebut merupakan atlet dan pelatih yang telah berprestasi selama tahun 2013 pada Kejuaraan Daerah (Kejurda), Kejuaraan Wilayah (Kejurwil) maupun Kejuaraan Nasional (Kejurnas).
Untuk Kejurda, terdapat 26 atlet meraih medali emas, 26 perak dan 31 perunggu. Sedangkan untuk Kejurnas, terdapat 2 atlet meraih medali emas, 2 perak dan 2 perunggu. Sedangkan 9 pelatih adalah mereka yang telah mendampingi atlet berprestasi tersebut.
Penyerahan bonus terhadap pelatih dan atlet berprestasi tersebut dilakukan secara simbolis oleh Asisten Administrasi Umum Setda Inhu, Agus Rianto. Turut hadir Forum Komunikasi Pimpinan Daerah, sejumlah kepala dinas dilingkungan Setda Inhu dan pengurus cabang olahraga (cabor) yang tergabung di KONI Inhu.
Ketua Umum KONI Inhu, H Sunardi Ibrahim mengungkapkan bahwa pemberian bonus ini merupakan salah satu wujud terimakasih dan penghargaan tehadap atlet dan pelatih yang telah memberikan kemampuan terbaik serta mengharumkan nama Kabupaten Inhu pada tingkat Kejurda dan Kejurnas pada tahun 2013 lalu.
“Kita berharap atlet ini akan kembali memberikan kemampuan dan prestasi terbaik bagi Kabupaten Inhu, terutama pada pelaksanaan Porprov VIII Riau pada September 2014 mendatang di Inhu,” ungkap Sunardi.
Sunardi menambahkan, dalam rangka persiapan pelaksanaan Porprov VIII Riau tahun 2014 mendatang, KONI Inhu telah membentuk Tim Pemusatan Latihan Kabupaten (Puslatkab). Tim ini telah melaksanakan tes fisik terhadap 483 atlet yang diusulkan oleh masing-masing cabor. Bahkan KONI Inhu sudah menyampaikan hasil tes fisik kepada tiap cabor untuk dilakukan evaluasi.
“Kami menargetkan pada April mendatang, Tim Puslatkab dapat kembali melaksanakan tes fisik yang kedua untuk mengukur sejauhmana perkembangan hasil latihan masing-masing cabor. Ditargetkan pada Mei mendatang, seluruh kondisi atlet Inhu sudah tergambar sehingga cabor dapat melakukan langkah yang cepat untuk meraih prestasi pada Porprov,” jelasnya.
Sementara itu, Asisten Administrasi Umum Setda Inhu, Agus Rianto mengungkapkan, KONI Inhu harus bisa membangun komitmen dan tekad bersama dengan pengurus cabor dalam rangka persiapan atlet menghadapi Porprov VIII Riau tahun 2014. “Tanpa adanya dukungan dan kebersamaan baik dari pengurus KONI dan pengurus cabor, akan sulit rasanya untuk meraih prestasi pada Porprov VIII Riau,” jelasnya.
Agus Rianto juga mengingkatkan kepada KONI Inhu dan pengurus cabor bahwa Kabupaten Inhu ditunjuk sebagai tuan rumah Porprov VIII Riau tahun 2014 merupakan permintaan sendiri. Sehingga Kabupaten Inhu harus membuktikan layak sebagai tuan rumah dan tentu saja sudah mempersiapkan atlet yang mampu berprestasi. “Mudah-mudahan dengan tekad dan kerja keras kita bersama, kita mampu berprestasi pada Porprov mendatang,” tutur Agus Rianto.
Atlet dan pelatih asal Kabupaten Inhu yang berhak memperoleh bonus tersebut merupakan atlet dan pelatih yang telah berprestasi selama tahun 2013 pada Kejuaraan Daerah (Kejurda), Kejuaraan Wilayah (Kejurwil) maupun Kejuaraan Nasional (Kejurnas).
Untuk Kejurda, terdapat 26 atlet meraih medali emas, 26 perak dan 31 perunggu. Sedangkan untuk Kejurnas, terdapat 2 atlet meraih medali emas, 2 perak dan 2 perunggu. Sedangkan 9 pelatih adalah mereka yang telah mendampingi atlet berprestasi tersebut.
Penyerahan bonus terhadap pelatih dan atlet berprestasi tersebut dilakukan secara simbolis oleh Asisten Administrasi Umum Setda Inhu, Agus Rianto. Turut hadir Forum Komunikasi Pimpinan Daerah, sejumlah kepala dinas dilingkungan Setda Inhu dan pengurus cabang olahraga (cabor) yang tergabung di KONI Inhu.
Ketua Umum KONI Inhu, H Sunardi Ibrahim mengungkapkan bahwa pemberian bonus ini merupakan salah satu wujud terimakasih dan penghargaan tehadap atlet dan pelatih yang telah memberikan kemampuan terbaik serta mengharumkan nama Kabupaten Inhu pada tingkat Kejurda dan Kejurnas pada tahun 2013 lalu.
“Kita berharap atlet ini akan kembali memberikan kemampuan dan prestasi terbaik bagi Kabupaten Inhu, terutama pada pelaksanaan Porprov VIII Riau pada September 2014 mendatang di Inhu,” ungkap Sunardi.
Sunardi menambahkan, dalam rangka persiapan pelaksanaan Porprov VIII Riau tahun 2014 mendatang, KONI Inhu telah membentuk Tim Pemusatan Latihan Kabupaten (Puslatkab). Tim ini telah melaksanakan tes fisik terhadap 483 atlet yang diusulkan oleh masing-masing cabor. Bahkan KONI Inhu sudah menyampaikan hasil tes fisik kepada tiap cabor untuk dilakukan evaluasi.
“Kami menargetkan pada April mendatang, Tim Puslatkab dapat kembali melaksanakan tes fisik yang kedua untuk mengukur sejauhmana perkembangan hasil latihan masing-masing cabor. Ditargetkan pada Mei mendatang, seluruh kondisi atlet Inhu sudah tergambar sehingga cabor dapat melakukan langkah yang cepat untuk meraih prestasi pada Porprov,” jelasnya.
Sementara itu, Asisten Administrasi Umum Setda Inhu, Agus Rianto mengungkapkan, KONI Inhu harus bisa membangun komitmen dan tekad bersama dengan pengurus cabor dalam rangka persiapan atlet menghadapi Porprov VIII Riau tahun 2014. “Tanpa adanya dukungan dan kebersamaan baik dari pengurus KONI dan pengurus cabor, akan sulit rasanya untuk meraih prestasi pada Porprov VIII Riau,” jelasnya.
Agus Rianto juga mengingkatkan kepada KONI Inhu dan pengurus cabor bahwa Kabupaten Inhu ditunjuk sebagai tuan rumah Porprov VIII Riau tahun 2014 merupakan permintaan sendiri. Sehingga Kabupaten Inhu harus membuktikan layak sebagai tuan rumah dan tentu saja sudah mempersiapkan atlet yang mampu berprestasi. “Mudah-mudahan dengan tekad dan kerja keras kita bersama, kita mampu berprestasi pada Porprov mendatang,” tutur Agus Rianto.

Post a Comment
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim (baca Disclaimer). Pembaca juga dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.