Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo menilai pada tahun ini Indonesia akan mengalami penurunan tingkat penempatan dana asing. Ini menjadi masalah di saat tingginya kebutuhan likuiditas dolar AS (USD).

"Tahun ini gejala yang perlu kami waspadai adalah tren perbaikan ekonomi di negara maju dan tren lebih rendahnya pertumbuhan ekonomi negara berkembang," ujarnya saat di Gedung BI, Jakarta, Kamis (2/1).

Menurutnya, perbaikan ekonomi di negara maju akan membuat investor asing melarikan dananya ke sana. "Oleh karena itu, Indonesia sebagai negara berkembang harus menjaga fundamental ekonominya," jelas dia.

Dia berharap upaya memperbaiki fundamental ekonomi dapat mengurangi minat asing untuk membawa pergi dananya dari Indonesia. "Karena kita ini masih mempunyai transaksi berjalan yang defisit. Artinya, suka atau tidak suka, mau atau tidak mau, dana dari luar negeri masih kita harapkan untuk membiayai ekonomi kita," ungkapnya.

Sehingga dalam menghadapi situasi global dan domestik tersebut, BI dan pemerintah berkomitmen untuk memperbaiki struktur ekonomi melalui reformasi struktural. "Gejala perbaikan ekonomi di negara maju masih terus akan terlihat dan itu masih terus kami waspadai," tutup dia.

Post a Comment

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim (baca Disclaimer). Pembaca juga dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.

Powered by Blogger.