RENGAT - Hampir dua bulan terakhir, tabung gas elpiji ukuran 12 kg sulit didapat di Kabupaten Inhu. Kondisi tersebut membuat para ibu rumah tangga resah dan terpaksa beralih menggunakan tabung gas elpiji 3 kg. Padahal tabung gas elpiji 3 kg hanya diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu dan pasokannya saat ini juga terbatas.
"Saya sudah keliling di seluruh tempat yang biasa menjual tabung gas elpiji 12 kg di Kota Rengat ini, tetapi tidak ada satupun yang memiliki stok untuk dijual. Daripada tidak bisa memasak, saya terpaksa beli tabung elpiji 3 kg," kata Yuni (30), ibu rumah tangga, warga Rengat.
Diungkapkan Yuni, hampir di seluruh tempat penjualan tabung gas elpiji 12 kg di Kota Rengat mengakui bahwa mereka sudah hampir satu bulan ini tidak menerima pasokan. Namun ada juga yang mengatakan, jumlah pasokan yang mereka terima tiap pekan berkurang dari biasanya, sehingga tidak cukup memenuhi kebutuhan pelanggan.
Sementara itu, untuk memperoleh tabung gas elpiji 3 kg juga sulit, karena stok di tingkat pengecer terbatas karena hampir seluruh ibu rumah tangga terpaksa beralih menggunakan tabung gas elpiji 3 kg. "Mau beli minyak tanah juga susah, kalau pun ada harganya mencapai Rp 10 ribu per liter," ungkapnya.
Karena itu, Yuni berharap pemerintah dan pihak terkait lainnya dapat segera mengatasi kelangkaan tabung gas elpiji 12 kg tersebut. "Kalaupun pemerintah ingin menaikan harga tabung gas elpiji 12 kg, naikan saja, jangan mengurangi pasokan hingga membuat masyarakat susah," terangnya.
Sementara itu, Oksi, satu diantara penjual gas elpiji 12 kg mengungkapkan, sejak dua bulan terakhir pasokan di tempatnya mengalami pengurangan yang sangat signifikan. Jika biasanya ia menerima 800 hingga 1.000 tabung gas elpiji 12 kg tiap bulan, saat ini ia hanya menerima 50 sampai 150 tabung gas elpiji 12 kg tiap bulan.
"Yang datang ke sini untuk membeli tabung gas elpiji 12 kg sangat banyak, tetapi karena pasokan kita terbatas, dalam sehari saja sudah habis, sehingga banyak pelanggan kita kecewa. Untuk saat ini kita jual Rp 120 ribu sampai Rp 125 ribu per tabung sampai di rumah," jelasnya.
Oksi mengaku tidak mengetahui penyebab adanya pengurangan pasokan tabung gas elpiji 12 kg tersebut. Ia juga sudah menghubungi sejumlah agen besar di Pekanbaru untuk meminta tambahan pasokan namun belum bisa dilakukan karena pasokan mereka juga berkurang.
"Saya sudah keliling di seluruh tempat yang biasa menjual tabung gas elpiji 12 kg di Kota Rengat ini, tetapi tidak ada satupun yang memiliki stok untuk dijual. Daripada tidak bisa memasak, saya terpaksa beli tabung elpiji 3 kg," kata Yuni (30), ibu rumah tangga, warga Rengat.
Diungkapkan Yuni, hampir di seluruh tempat penjualan tabung gas elpiji 12 kg di Kota Rengat mengakui bahwa mereka sudah hampir satu bulan ini tidak menerima pasokan. Namun ada juga yang mengatakan, jumlah pasokan yang mereka terima tiap pekan berkurang dari biasanya, sehingga tidak cukup memenuhi kebutuhan pelanggan.
Sementara itu, untuk memperoleh tabung gas elpiji 3 kg juga sulit, karena stok di tingkat pengecer terbatas karena hampir seluruh ibu rumah tangga terpaksa beralih menggunakan tabung gas elpiji 3 kg. "Mau beli minyak tanah juga susah, kalau pun ada harganya mencapai Rp 10 ribu per liter," ungkapnya.
Karena itu, Yuni berharap pemerintah dan pihak terkait lainnya dapat segera mengatasi kelangkaan tabung gas elpiji 12 kg tersebut. "Kalaupun pemerintah ingin menaikan harga tabung gas elpiji 12 kg, naikan saja, jangan mengurangi pasokan hingga membuat masyarakat susah," terangnya.
Sementara itu, Oksi, satu diantara penjual gas elpiji 12 kg mengungkapkan, sejak dua bulan terakhir pasokan di tempatnya mengalami pengurangan yang sangat signifikan. Jika biasanya ia menerima 800 hingga 1.000 tabung gas elpiji 12 kg tiap bulan, saat ini ia hanya menerima 50 sampai 150 tabung gas elpiji 12 kg tiap bulan.
"Yang datang ke sini untuk membeli tabung gas elpiji 12 kg sangat banyak, tetapi karena pasokan kita terbatas, dalam sehari saja sudah habis, sehingga banyak pelanggan kita kecewa. Untuk saat ini kita jual Rp 120 ribu sampai Rp 125 ribu per tabung sampai di rumah," jelasnya.
Oksi mengaku tidak mengetahui penyebab adanya pengurangan pasokan tabung gas elpiji 12 kg tersebut. Ia juga sudah menghubungi sejumlah agen besar di Pekanbaru untuk meminta tambahan pasokan namun belum bisa dilakukan karena pasokan mereka juga berkurang.

Post a Comment
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim (baca Disclaimer). Pembaca juga dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.