RENGAT-Bupati Inhu H Yopi Arianto menggunakan hak pilihnya pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Riau (Pilgubri) di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 01 Kelurahan Sekip Hilir, Kecamatan Rengat yang terletak di Kampus STIE Indragiri, Rabu (27/11) sekitar pukul 09.00 Wib.
Di TPS tempat Bupati Inhu memilih ini, pasangan nomor urut 2, Anas Maammun-Arsyadjuliandi Rachman (AMMAN) unggul dengan meraih 81 suara. Sedangkan pasangan nomor urut 1, Herman Abdullah-Agus Widayat (HA) meraih 34 suara. Sementara itu, partisipasi pemilih hanya sekitar 37,02 persen, sebab dari 316 pemilih yang terdapaftar dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT), yang menggunakan hak pilih hanya 117 orang serta 2 suara tidak sah.
Begitu juga di TPS 10 Kelurahan Sekip Hulu, Kecamatan Rengat, tempat Wakil Bupati Inhu H Harman Harmaini dan Sekda Inhu Raja Erisman menggunakan hak pilihnya. Di TPS ini, pasangan nomor urut 2 unggul tipis dengan meraih 77 suara, sedangkan pasangan nomor urut 1 HA meraih 68 suara. Tingkat partisipasi pemilih di TPS 10 Kelurahan Sekip Hulu hanya 28,57 persen, sebab dari 433 pemilih terdaftar dalam DPT, yang menggunakan hak pilihnya hanya 148 orang, sedangkan 3 suara dinyatakan tidak sah.
Kondisi serupa juga terjadi di TPS 11, Kelurahan Sekip Hulu, Kecamatan Rengat yang terdapat di Asrama Pemda Rengat. Di TPS ini, pasangan nomor urut 2 berhasil unggul dengan meraih 36 suara, sedangkan pasangan nomor urut 1 meraih 12 suara. Bahkan untuk tingkat partisipasi pemilih, TPS 11 Asrama Pemda Rengat paling kecil dari TPS lain di Kelurahan Sekip Hulu yakni hanya 27,57 persen, sebab dari 168 pemilih terdaftar dalam DPT, yang menggunakan hak pilihnya hanya 48 orang, terdiri dari 8 laki-laki dan 40 perempuan.
“Kita kurang tau pasti apa penyebab rendahnya tingkat partisipasi pemilih di TPS 11 Asrama Pemda Rengat ini. Tetapi dari 168 DPT, undangan yang mampu di sebar hanya untuk 86 pemilih, sebab sebagian dari pemilih sudah ada yang pindah, masih tercatat sebagai anggota TNI dan Polri serta rumahnya jauh dari TPS,” ujar salah seorang Anggota KPPS di TPS 11 Kelurahan Sekip Hulu, Walid Fadillah.
Pasangan nomor urut 2 juga unggul telak dari pasangan nomor urut 1 di Kelurahan Pasar Kota Rengat. Dari dua TPS yang ada di Kelurahan Pasar Kota Rengat ini, pasangan nomor urut 2 meraih 278 suara, sedangkan pasangan nomor urut 1 meraih 88 suara. Partisipasi pemilih pada dua TPS di Kelurahan Pasar Kota Rengat hanya 51,35 persen.
Sementara itu, di TPS 11 Kelurahan Pematangreba, Perumahan Griya Sumatera yang mayoritas pemilihnya merupakan pegawai negeri sipil (PNS), pasangan nomor urut 2 hanya unggul tipis dengan meraih 143 suara dari pasangan nomor urut 1 yang meraih 122 suara. Sedangkan tingkat partisipasi pemilih relatif lebih baik mencapai 63,32 persen.
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Inhu, H Fauzi Muchtar mengungkapkan secara umum, pelaksanaan pemungutan suara Pilgubri putaran kedua di Kabupaten Inhu berjalan lancar tanpa ada kendala dan kejadian luar biasa. “Berdasarkan laporan yang saya terima sampai sore ini (Rabu), pelaksanaan pemungutan suara berjalan lancar dan tidak ada kejadian luar biasa,” ujarnya. Dijelaskan Fauzi Muchtar, sesuai jadwal, penghitungan suara di tingkat PPS atau desa/kelurahan akan digelar pada Kamis (28/11), di tingkat Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) pada hari Jumat dan Sabtu (29-30/11), sedangkan di tingkat kabupaten atau KPU pada hari Minggu dan Senin (1-2/12).
Di TPS tempat Bupati Inhu memilih ini, pasangan nomor urut 2, Anas Maammun-Arsyadjuliandi Rachman (AMMAN) unggul dengan meraih 81 suara. Sedangkan pasangan nomor urut 1, Herman Abdullah-Agus Widayat (HA) meraih 34 suara. Sementara itu, partisipasi pemilih hanya sekitar 37,02 persen, sebab dari 316 pemilih yang terdapaftar dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT), yang menggunakan hak pilih hanya 117 orang serta 2 suara tidak sah.
Begitu juga di TPS 10 Kelurahan Sekip Hulu, Kecamatan Rengat, tempat Wakil Bupati Inhu H Harman Harmaini dan Sekda Inhu Raja Erisman menggunakan hak pilihnya. Di TPS ini, pasangan nomor urut 2 unggul tipis dengan meraih 77 suara, sedangkan pasangan nomor urut 1 HA meraih 68 suara. Tingkat partisipasi pemilih di TPS 10 Kelurahan Sekip Hulu hanya 28,57 persen, sebab dari 433 pemilih terdaftar dalam DPT, yang menggunakan hak pilihnya hanya 148 orang, sedangkan 3 suara dinyatakan tidak sah.
Kondisi serupa juga terjadi di TPS 11, Kelurahan Sekip Hulu, Kecamatan Rengat yang terdapat di Asrama Pemda Rengat. Di TPS ini, pasangan nomor urut 2 berhasil unggul dengan meraih 36 suara, sedangkan pasangan nomor urut 1 meraih 12 suara. Bahkan untuk tingkat partisipasi pemilih, TPS 11 Asrama Pemda Rengat paling kecil dari TPS lain di Kelurahan Sekip Hulu yakni hanya 27,57 persen, sebab dari 168 pemilih terdaftar dalam DPT, yang menggunakan hak pilihnya hanya 48 orang, terdiri dari 8 laki-laki dan 40 perempuan.
“Kita kurang tau pasti apa penyebab rendahnya tingkat partisipasi pemilih di TPS 11 Asrama Pemda Rengat ini. Tetapi dari 168 DPT, undangan yang mampu di sebar hanya untuk 86 pemilih, sebab sebagian dari pemilih sudah ada yang pindah, masih tercatat sebagai anggota TNI dan Polri serta rumahnya jauh dari TPS,” ujar salah seorang Anggota KPPS di TPS 11 Kelurahan Sekip Hulu, Walid Fadillah.
Pasangan nomor urut 2 juga unggul telak dari pasangan nomor urut 1 di Kelurahan Pasar Kota Rengat. Dari dua TPS yang ada di Kelurahan Pasar Kota Rengat ini, pasangan nomor urut 2 meraih 278 suara, sedangkan pasangan nomor urut 1 meraih 88 suara. Partisipasi pemilih pada dua TPS di Kelurahan Pasar Kota Rengat hanya 51,35 persen.
Sementara itu, di TPS 11 Kelurahan Pematangreba, Perumahan Griya Sumatera yang mayoritas pemilihnya merupakan pegawai negeri sipil (PNS), pasangan nomor urut 2 hanya unggul tipis dengan meraih 143 suara dari pasangan nomor urut 1 yang meraih 122 suara. Sedangkan tingkat partisipasi pemilih relatif lebih baik mencapai 63,32 persen.
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Inhu, H Fauzi Muchtar mengungkapkan secara umum, pelaksanaan pemungutan suara Pilgubri putaran kedua di Kabupaten Inhu berjalan lancar tanpa ada kendala dan kejadian luar biasa. “Berdasarkan laporan yang saya terima sampai sore ini (Rabu), pelaksanaan pemungutan suara berjalan lancar dan tidak ada kejadian luar biasa,” ujarnya. Dijelaskan Fauzi Muchtar, sesuai jadwal, penghitungan suara di tingkat PPS atau desa/kelurahan akan digelar pada Kamis (28/11), di tingkat Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) pada hari Jumat dan Sabtu (29-30/11), sedangkan di tingkat kabupaten atau KPU pada hari Minggu dan Senin (1-2/12).
inhusatu{dot}com

Post a Comment
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim (baca Disclaimer). Pembaca juga dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.