RENGAT - Meskippun sudah memasuki H-2 (2 hari menjelang lebaran) b elum ada lonjakan yang berari terhadap arus mudik di Terminal Rengat Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu).
Salah seorang agen Angkutan Kota Dalam Provinsi (AKDP) diterminal rengat Suhaimi (48) sabtu (26/7) menyatakan bahwa sejauh ini belum ada lonjakan yang berarti diterminal rengat.
"Tidak ada lonjakan dan bahkan terkesan sepi, padahal sudah memasuki H-2," katanya.
Satu-satunya jurusan yang agak sedikit ramai adalah jurusan Medan (Sumut), sedangkan jurusan Pekanbaru (Riau), Padang dan Bukit Tinggi (Sumbar) serta Pulau Jawa masih biasa-biasa saja.
Biasanya lonjakan terjadi pada saat arus balik, mulai H+3 sampai H+7, sehingga menjelang lebaran ini kita tidak memberlakukan Tuslah (kenaikan ongkos lebaran) sesuai dengan yang ditetapkan.
"Bagaimana kita mau memberlakukan Tuslah, ongkos tidak dinaikan saja penumpang sepi apalagi jika dinaikan," ujarnya.
Namun jika seusai lebaran nanti terjadi lonjakan mungkin kita akan memberlakukan tuslah sesuai yang sudah ditetapkan pemerintah, yaitu sebesar 20 persen, pungkasnya.
Salah seorang agen Angkutan Kota Dalam Provinsi (AKDP) diterminal rengat Suhaimi (48) sabtu (26/7) menyatakan bahwa sejauh ini belum ada lonjakan yang berarti diterminal rengat.
"Tidak ada lonjakan dan bahkan terkesan sepi, padahal sudah memasuki H-2," katanya.
Satu-satunya jurusan yang agak sedikit ramai adalah jurusan Medan (Sumut), sedangkan jurusan Pekanbaru (Riau), Padang dan Bukit Tinggi (Sumbar) serta Pulau Jawa masih biasa-biasa saja.
Biasanya lonjakan terjadi pada saat arus balik, mulai H+3 sampai H+7, sehingga menjelang lebaran ini kita tidak memberlakukan Tuslah (kenaikan ongkos lebaran) sesuai dengan yang ditetapkan.
"Bagaimana kita mau memberlakukan Tuslah, ongkos tidak dinaikan saja penumpang sepi apalagi jika dinaikan," ujarnya.
Namun jika seusai lebaran nanti terjadi lonjakan mungkin kita akan memberlakukan tuslah sesuai yang sudah ditetapkan pemerintah, yaitu sebesar 20 persen, pungkasnya.

Post a Comment
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim (baca Disclaimer). Pembaca juga dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.